PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH MELALUI KONSUMSI PISANG AMBON PADA LANJUT USIA

  • Argi Virgona Bangun
  • Indra Febriyaji
  • Budi Santoso

Abstract

Berdasarkan hasil riskesdas 2013, prevalensi hipertensi di Indonesia adalah 25,8%. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah adalah terapi pisangambon. Dari hasil studi pendahuluan, 90% lansia dengan hipertensi tidak mengetahui bahwa pisang ambon dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh terapi jus pisang ambon dan pisang ambon makan langsung terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode yang digunakanadalah quasi eksperimental dengan desain penelitian non-equivalent control group. penelitian ini menggunakan tekhnik sampling consecutive sampling, dimana n = 9 pada tiap kelompok. Instrumen yang digunakan adalah sphygmomanometer digital dan timbangan makanan. Hasil uji t-independent pada TD sistolik didapatkan (p value) = 0.806> 0.05 dan TD diastolic didapatkan (p value) = 0.206 > 0.05. Hal ini menandakan tidak terdapat perbedaan pengaruh jus pisang ambon dan pisang ambon makan langsung terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di RW 15 wilayah kerja Puskesmas Citeureup Kota Cimahi. Dari hasil penelitian ini, kedua cara tersebut terbukti dapat menurunkan tekanan darah. Akan sangat baik bagi petugas kesehatan untuk melakukan penatalaksanaan non farmakologis kepada penderita hipertensi dengan menggunakan pisang ambon sebagai terapi, dengan menganjurkan agar menyisipkan buah tersebut baik dimakan langsung maupun diolah menjadi jus dalam menu harian lansia yang menderita hipertensi.

Published
2018-03-16
How to Cite
BANGUN, Argi Virgona; FEBRIYAJI, Indra; SANTOSO, Budi. PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN DARAH MELALUI KONSUMSI PISANG AMBON PADA LANJUT USIA. Jurnal Kesehatan Kartika, [S.l.], v. 12, n. 2, p. 11-17, mar. 2018. ISSN 1907-3879. Available at: <http://repository.stikesayani.ac.id/index.php/Jurnal_Kartika/article/view/274>. Date accessed: 21 july 2019.